Let’s make Al Qur’an as our lifestyle

Sahabat Uhibbukum Fillah`ku,
Seorang mukmin yg membaca AlQuran, ia seperti sedang berdialog dg seorang teman sejati. Yg siap menunjukkan yg salah & yg benar. Ia menuntun sang teman kpd jalan yg baik, penuh kebahagiaan & keselamatan.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Siapa yg ingin berdialog dg Rabbnya, maka hendaklah dia membaca AlQuran” (HR. Adailami&Al-Baihaqi)

“Dan Kami turunkan dr Al-Qur’an sesuatu yg mjd penawar dan rahmat bagi orang-orang yg beriman”(QS 17:82)

“Wahai manusia,sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dr Tuhanmu (Al-Qur’an) dan penawar bagi penyakit-penyakit (yg berada) dlm dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yg beriman. Katakanlah,”Dg karunia Allah&rahmatNya, hendaklah dg itu mereka bergembira. Karunia Allah&rahmatNya itu lebih baik dr apa yg mereka kumpulkan”(QS 10:57-58)

Dari Abdullah bin Amr r.huma.,dari Rasulullah saw bersabda,”Akan dikatakan kepada ahli Al-Qur’an (pada hari kiamat),’Bacalah terus dan naiklah (tingkat demi tingkat), dan bacalah dg tartil sebagaimana engkau telah membacanya dengan tartil ketika di dunia. Sesungguhnya tempatmu (kedudukan tertinggimu dalam Surga) adalah menurut ayat terakhir yg kamu baca”(HR Tirmidzi)

Dari Aisyah r.ha. berkata bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Orang yg mahir dlm Al-Qur’an akan berada bersama (para malaikat) pencatat yg mulia lagi taat (suci), dan orang yg membaca AlQuran dg terbata-bata dan kesulitan, maka baginya pahala dua kali”(HR Muslim)

Dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya orang yg tdk ada AlQuran sedikit pun dalam hatinya adalah seperti rumah kosong (tidak berpenghuni)”(HR Tirmidzi)

Kini semua pilihan terhampar. Petunjuk dan rambu-rambu pun sudah diberikan. Tinggal kita yg harus menentukan: memilih jalan bersama AlQuran, atau tidak. Maha Benar Allah dalam firman-Nya.

Ayo jadikan “Al-Qur’an An Everyday Lifestyle”…:)

Jangan Menzhalimi Diri Sendiri

Kita sadar ..

Bahwa Allah pasti mengabulkan doa orang yang terzhalimi.

Yang kita suka gak sadari adalah,

Justru kitalah pelaku zhalimnya.
Zhalim pada diri sendiri.

Karena arti Zhalim adalah : Mengurangi hak.

Contoh ya, ..

Ketika kita sedang ngrumpiin tentang orang lain,
Kita bukan hanya sedang mengurangi haknya dia atas “nama baik” ..
Kita juga sedang mengurangi hak lisan kita, yang sesungguhnya berhak untuk kita perlakukan dgn sebaik-baiknya .. Yakni, jangan buat ia (lisan) untuk bergerak kecuali untuk kebaikan.

Ketika kita putus harapan ..
Kita jg sedang mengurangi hak jiwa untuk mendapatkan ruh yang positive.

Ketika kita sedang menyesali masa lalu,
Kita sedang menzhalimi fikiran pd hal-hal yang sesungguhnya gak perlu.

Belum lagi dengan kaki, tangan, mata, hidung, telinga …
Adalah hak mereka untuk kita jaga dalam kebaikan.

Lalu, ketika diri sendiri sudah terzhalimi ..
Suatu ketika, tercetuslah bayangan akan kegagalan,
Maka organ-organ tubuh yg dizhalimi pun ikut menerima getaran bayangan akan kegagalan, pesimis, gak yakin, dsb ..

Akhirnya terjadilah ..
Yang tidak kita harapkan, yaitu kegagalan ..

Karena tanpa sengaja,
Dengan berfikir negative .. Sinyal yang kita kirim kesetiap anggota tubuh juga hal-hal yang negative ..

Sesungguhnya kerja sel dalam tubuh manusia hanya 1, yakni : menguping

Menguping, apa yang menjadi bisikan hati, dan suara2 dalam fikiran kita.
Dan mereka bekerja, sesuai apa yang mereka dengar.

Lalu, Kun Fayakun ..

Masih tega, menzhalimi diri sendiri?

Wal ‘iyaadzu biLLaah